Rektor UM Prof Dr AH Rofi'uddin MPd usai meresmikan Museum Pembelajaran di UM.


MALANG (SurabayaPost.id) - Rektor Universitas Negeri Malang (UM), Prof. Dr. AH. Rofi'udin, M.Pd meminta agar civitas akademika meningkatkan produktivitas. Permintaan itu disampaikan saat merayakan Dies Natalis ke-64 di Graha Cakrawala UM, Kamis (18/10/2018).

“Kami akan terus mendorong agar produktivitas civitas akademika meningkat. Khususnya dalam hal riset dan publikasi,” kata Rofi’uddin.

Untuk itu, kata dia, Dies Natalis ke 64 UM mengusung tema Bekerja Bersama Membangun Bangsa. Itu karena, kata dia, UM ingin terus meningkatkan produk inovasi, research and development, prototipe industri dan riset yang bermanfaat bagi masyarakat.

Apalagi, tegas dia, semuanya harus bersiap menghadapi tantangan global. “Khususnya di era revolusi industri 4.0 ini," ungkap Rektor UM.

Lebih lanjut Rofi'udin mengapresiasi TEFLIN Journal yang dikelola Jurusan Sastra Inggris Fakultas Sastra UM. Jurnal tersebut berhasil terindeks Scopus, per Oktober 2018.

"Sejak itu UM telah memiliki satu jurnal internasional terindeks Scopus. Kita beri ucapan selamat untuk para pengelola," ungkapnya.

Sementara itu Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr. Laksana Tri Handoko, M.Sc. dalam orasi ilmiahnya yang berjudul Riset di Era 4.0, memaparkan transisi ekosistem pengembangan produk dari masa ke masa.

"Pada masa ini, secara umum ada perubahan perilaku berbisnis. Produsen mendorong interaksi lebih intens dengan konsumen. Hal tersebut dilakukan dengan aktivitas sains/riset, salah satunya dengan pemanfaatan teknologi," paparnya.

Ia menambahkan bahwa Manufaktur bermula dari usaha dagang, kemudian usaha dagang yang dibarengi dengan pemanfaatan teknologi, dan akhirnya saat ini teknologi berbasis perusahaan.

Sementara itu, pada perayaan Dies Natalis ke 64 UM ini juga dibuka secara resmi Museum Pembelajaran UM. Museum itu terletak di pintu masuk jalan semarang (sebelah selatan Graha Rektorat).

Museum tersebut akan difungsikan sebagai peraga pembelajaran yang telah dilakukan UM dari masa ke masa. Saat ini museum tersebut dibawah pengelolaan Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UM. (lilah)