Direktur Polinema Drs Awan Setiawan MM kala mewisuda mahasiswa Polinema.


MALANG (SurabayaPost.id) – Setiap mahasiswa yang menjalani prosesi wisuda selalu terlihat bangga. Namun, kebanggan wisudawan akan sangat berbeda jika berhasil meraih Indeks Prestasi Komulatif (IPK) tertinggi.

Kondisi tersebut dialami para wisudawan terbaik Politeknik Negeri Malang (Polinema) yang diwisuda di Gedung Graha Polinema, Sabtu (29/9/2018). Banyak kesan dan pesan yang mereka sampaikan setelah dinobatkan menjadi wisudawaan terbaik di program studi yang digeluti.

Berikut pengakuan beberapa peraih IPK Terbaik dalam Wisuda Tahap I 2018. Untuk tingkat Polinema berdasarkan jenjang D4 dan D3, yaitu Adi Pranoto (D4 Teknik Informatika) dengan IPK 3,93, dan Erlinda Novita Sari (D3 Administrasi Bisnis) dengan IPK 3,98.

Sementara tingkat kelas Kerjasama, yaitu Ines Husnun Tsaranuha (D3 Teknik Elektronika/GMF) dengan IPK 3,84.  Lalu, Andriani Kamila Karsari (D3 Teknik Listrik/PLN) dengan IPK 3,83.

Ines Husnun Tsaranuha mengaku bangga karena berhasil menjadi yang terbaik. Keberhasilan meraih IPK terbaik itu diakui tak lepas dari doa restu orang tua dan kerjasama yang baik dengan rekan kuliah. ‘’Alhamdulillah semua itu berkat doa orangtua. Selain itu hasil kerja sama yang baik dari teman-teman,’’ jelas dia.

Itu karena, Ines mengaku tak terlalu memforsir diri untuk belajar. Menurut dia, kalau lelah istirahat yang cukup. Sedangkan jika sudah dalam kondisi fit maka belajar lagi dengan serius.

Meski begitu, ditegaskan dia bila doa orang tua merupakan yang paling utama untuk meraih kesuksesan. Begitu juga bila memiliki kemampuan, kata dia, harus berbagi ilmu dengan teman-temannya. Sehingga bisa berbagi ilmu dari orang lain.

Dia pun menceritakan soal pengalamannya saat magang. Dia mengaku sebagai teknisi perempuan sering dibantu oleh rekan-rekan pria. ‘’Sebagai angkatan pertama, saya berpesan untuk adik-adik agar lebih baik lagi,” beber dara cantik asal Trenggalek, yang mengangkat Statik Inverter Boeing 737 dalam skripsinya itu.

Karena itu soal ikatan kerja yang sudah dimiliki, dia mengaku akan ditempatkan di GMF Cengkareng. Itu, tegas dia, pada tahun pertama.

Sementara itu, peraih IPK tertinggi lainnya adalah Erlinda Novita Sari. Dia mengaku harus pintar memilih prioritas untuk membagi waktu. Dara yang mendapatkan beasiswa PPA mulai semester 2 hingga semester 5 ini menjelaskan bila masih akan mencari pekerjaan setelah lulus.

Alasannya,  karena selama kuliah, hanya fokus belajar, belum berpikir soal bekerja. “Saya berprinsip harus pintar memilih prioritas dalam membagi waktu kuliah. Ada waktu luang dimanfaatkan dengan baik, misalnya berorganisasi,’’ kata wisudawan , yang tugas akhirnya meneliti soal ‘Pengaruh Komunikasi Non Verbal Terhadap Kepuasan Pelanggan di Hotel Purnama Batu’ .

Karena itu, kata dia, bila kuliah harus pandai manfaatkan waktu dengan skala prioritas. ‘’Sehingga semuanya berjalan dengan imbang,” tutur alumni SMKN 1 Malang itu.