Kepala Kejari Kota Batu Nur Chusniah saat menerima enam aktivis MCW


BATU (SurabayaPost.id ) - Enam aktivis Malang Corruption Watch (MCW) mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu. Mereka mempertanyakan kasus yang dilaporkan tahun 2017 lalu.

"Kasus OTT yang melibatkan mantan orang nomor satu di kota Batu itu bukanlah akhir dari maraknya praktek korupsi di Kota Batu. Ada beberapa dugaan tindak pidana korupsi yang belum tersentuh hukum,” kata Divisi Monitoring Hukum Peradilan MCW, Eki M.

Di antaranya disebutkan dia dugaan korupsi pengurangan pajak hiburan JTP 1 yang potensi kerugian negara Rp 5,6 miliar. Lalu proyek pembangunan guest house Mahasiswa Batu serta keterlambatan dalam pengerjaan proyek oleh pihak rekanan.

“Semua itu berpotensi merugikan uang negara. Makanya kami laporkan ke Kejari. Sekarang kami tanya perkembangannya,” kata dia.

Sementata itu, Kepala Kejari Kota Batu Nur Chusniah mengajui bila didatangi MCW. "Ya, mereka datang dan saya respon dengan baik,” kata dia, Rabu (15/8/2018).

Dijelaskan mantan Penyidik KPK ini bila kedatangan mereka dalam rangka menanyakan tindak lanjut laporannya. Itu terkait dugaan perkara yang pernah dilaporkan di Kejaksaan Batu pada bulan Mei tahun 2017 silam.

Menurut dia, laporan MCW itu sudah ditindaklanjuti. “Hasil penyelidikan dan Pulbaket yang kami lakukan belum ditemukan peristiwa pidananya,” kata wanita berjilbab ini.

Meski begitu, Nur Chusniah menegaskan bila MCW menemukan bukti baru, yang belum dimiliki Kejaksaan, bisa melaporkan kembali. “Kami tunggu,” tandasnya.

Selain itu, dia mengatakan bila MCW sebagai pelapor memiliki hak menanyakan perkembangan laporannya. Itu kata dia sesuai UU Tindak Pidana Korupsi.

"Namun terkait laporan dari rekan MCW di tahun 2017 silam, sementara saya hentikan. Karena belum bisa ditemukan peristiwa pidananya," pungkasnya. (gus/ah)