Terdakwa Dwi Handoko usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Surabaya.


SURABAYA (SurabayaPost.id) - Dwi Handoko, terdakwa kasus penistaan agama akhirnya diganjar hukuman selama 2 tahun penjara. Vonis tersebut sesuai dengan tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Agung Rohaniawan.

Dalam amar putusannya, ketua majelis hakim Hisbullah Idris menyatakan, Handoko telah terbukti melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik dengan menyebarkan ujaran kebencian di media sosial. “Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa Dwi Handoko selama 2 tahun,” ujarnya pada sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (9/8/2018).

Selain hukuman badan, terdakwa juga dijatuhi hukuman denda sebesar Rp 500 juta. Jika denda tak dibayar, maka terdakwa wajib menjalani hukuman pengganti selama 6 bulan kurungan.

Vonis yang dijatuhkan hakim Hisbullah sesuai dengan tuntutan JPU Agung Rohaniawan. Dimana pada sidang sebelumnya, jaksa dari Kejari Tanjung Perak tersebut menuntut Handoko dengan hukuman 2 tahun penjara.

Perlu diketahui, terdakwa mengupload tulisan yang menyamakan Dajjal dengan Allah SWT dan tulisan Stop Pray to Allah. Tulisan di blogspotnya itu lalu dipindai dan disebar ke media sosial miliknya, seperti Facebook dan Instagram.

Kemudian pada Januari 2018 lalu, saksi Firman Ismail Manoarfa membuka Facebook miliknya dan saat membuka akun cakhandokoludruk, dia melihat postingan tulisan yang melecehkan Allah SWT itu. Saksi lalu melapor ke Polres Tanjung Perak dan ditindaklanjuti dengan penangkapan dan penggeledahan.

Atas perbuatannya itu, terdakwa dijerat dengan pasal berlapis, yakni pasal 45A ayat 2 UU No 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta pasal 156 KUHP tentang penodaan agama. (fan)