Puluhan eks karyawan PT Kertas Leces Probolinggo usai mengikuti sidang pembatalan perdamaian di PN Surabaya.


MALANG (SurabayaPost) - Karyawan eks PT Kertas Leces Probolinggo merasa lega. Sebab, saksi dari termohon tidak hadir dalam sidang lanjutan di Pengadilan Niaga PN Surabaya, Rabu (8/8/2018).

“Syukur pada Tuhan Yang Maha Esa. Hari ini Rabu, 8 Agustus 2018, agenda pemeriksaan saksi dari termohon ditunda karena ketidaksiapan dari pihak termohon untuk menghadirkan saksi di persidangan,” kata kuasa hukum eks PT Kertas Leces Probolinggo, Indra Bayu.

Padahal, lanjut Indra Bayu yang kini juga menjadi Caleg DPRD Kota Pasuruan ini, pihak termohon sebagai tergugat  berjanji akan mendatangkan 20 orang saksi dalam persidangan. “Itu dikatakan kuasa hukumnya pada persidangan sebelumnya,” tutur advokat yang terkenal cerdas ini.

Namun, yang membuat heran Indra Bayu, untuk menghadirkan dua saksi saja tidak bisa. “Mereka justru tidak siap. Tapi ga pa pa lah.Itu kan haknya mereka,” tutur dia sembari tersenyum lega.

Itu karena, lanjut pria yang akrab disapa Bayu ini, pada persidangan selanjutnya, Rabu depan, 15 Agustus 2018 dilanjutkan pemeriksaan saksi dari termohon yang diakui oleh kuasa hukumnya hanya satu orang saja. Tidak boleh lebih dari dua orang.

“Dan, kalaupun ternyata minggu depan, saksi yang dimaksud tidak bisa dihadirkan, persidangan akan semakin cepat. Sebab agenda selanjutnya bisa langsung masuk pada kesimpulan,” terang Bayu.

Menurut Bayu, kelancaran itu tak lepas dari doa dan dukungan eks karyawan PT Leces. Makanya, Bayu mengucapkan terima kasih kepada mereka yang sudah memberikan dukungan penuh.

“Terima kasih untuk kedatangan bapak/ibu beserta sedulur senua. Sebab sudah bersama-sama dengan kami hari ini,” ungkap dia.

Karena itu peserta Diklat terbaik di MK ini mendoakan eks karyawan PT Kertas Leces Probolinggo yang memberikan dukungan di PN Surabaya bisa pulang ke Probolinggo dengan lancar. Sehingga bisa berkumpul bersama keluarganya dengan sukacita.

“Untuk Rabu depan, tentu perlu dipersiapkan stamina. Kami menunggu kebersamaannya kembali pada sidang selanjutnya,” harap Indra Bayu. 

Sebagaimana diketahui, Harris Irwanto dkk, eks karyawan PT Kertas Leces Probolinggo menunjuk Indra Bayu dkk sebagai kuasa hukumnya. Mereka menggugat Direksi PT Leces untuk membatalkan perdamaian.

Alasan pembatalan perdamaian itu karena hak normatif para karyawan itu tak kunjung dibayar. Padahal sesuai kesepakatan setelah dua tahun dari kesepakatan tersebut, hak normatif karyawan akan dibayar.

Namun, hingga empat tahun lamanya, hak normatif karyawan PT Leces itu tak dibayar juga. Sehingga mereka mengajukan gugatan pembatalan perdamaian untuk mempailitkan PT Leces.

Jika majelis hakim yang diketuai Harijanto SH MH mempailitkan PT Kertas Leces Probolinggo itu maka asetnya bisa dijual. Hasilnya untuk membayar gaji karyawan yang belum terbayarkan hingga saat ini. (ahi/ah)