Kajari Gresik Pandu dan Kasi Pidsus Gresik Andri Dwi Subiyanto saat menjawab pertanyaan wartawan terkait kasus dugaan korupsi BPJS di Dinkes Gresik.


GRESIK (SurabayaPost.id)-Kasus pemotongan dana BPJS di Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik yang merugikan negara miliyaran rupiah, Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik melibatkan Kejaksaan Agung (Kejagung).  Barang bukti hasil penggeledahan telah dikirim ke Kejagung untuk didalami agar bisa mengungkap siapa saja yang terlibat dalam pusaran kasus tersebut.

Kasi Pidsus Kejari Gresik, Andrie Dwi Subiyanto mengungkapkan, barang sitaan hasil penggeledahan pada Senin (6/8), sebagian sudah dilakukan kloning. Dan sebagian lagi di bawa ke Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk dilakukan pendalaman.

"Ada beberapa hardisc yang dibawa ke pusat (Kejagung) untuk dilakukan pemeriksaan," ungkap Andrie saat dikonfirmasi, Rabu (8/8).

Ditegaskan Andrie, setelah dulakukan kloning data dari hasil penggeledahan, kini tim akan segera memanggil saksi untuk diperiksa. "Besok semua kepala Puskesmas di panggil untuk di periksa," tegas Andrie.

Menurutnya, ada puluhan kepala puskesmas yang diperiksa karena akan melibatkan seluruh kepala Puskesma se Kabuoaten Gresijk untuk menelisik besaran dana BPJS yang dikorupsi.

"Hasil sampling di 8 puskesmas sudah ada kerugian negara sebesar 500 juta untuk tahun anggaran 2016. Kami belum menyentuh untuk anggaran tahun 2017. Saya yakin ada milyaran dana yang dikorupsi, " jelasnya.

Ditambahkan, semua kepala Puskesmas di panggil besok Kamis (9/8) dan Jumat (10/8). Mengingat ada belasan Puskesmas di Gresik, maka penyidik membagi dua hari.

"Kita akan memeriksa secara maraton. Karena kasus ini sudah menjadi perhatian publik," pungkasnya.

(uki)