Kalapas Lowokwaru Farid Junaedi bersama polisi dari Satreskoba Polres Malang Kota saat menginstrogasi AS yang terbukti bawa narkoba di dalam Lapas.


MALANG (SurabayaPost.id) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lowokwaru Malang, Senin (6/8/2018) pagi gempar. Pasalnya, saat giat pemeriksaan rutin, di antara warga binaan (WB) ditemukan membawa narkoba.

 

WB yang terbukti memiliki narkoba itu adalah AS, ( 27) tahun. WB tersebut adalah warga Jambangan Dampit, Kabupaten Malang, menghuni di Blok 10, Kamar 11.

 

Kepala Lapas Lowokwaru, Farid Junaedi geram dengan penemuan narkoba itu. Apalagi narkoba yang dimiliki AS itu terindikasi tak hanya dikonsumsi sendiri. Namun, juga dijual-belikan pada WB lainnya.

 

Itu mengingat, narkoba yang dimiliki AS lumayan banyak. Di antaranya 33 butir jenis pil warna biru, satu bungkus ganja yang disimpan di bungkus rokok dan sejenis sabu dibungkus plastik sekitar 3 gram beserta alat penghisapnya dan ponsel.

 

Kalapas Farid Junaedi menjelaskan bahwa AS merupakan narapidana kasus narkoba. Dia divonis hukuman tujuh tahun penjara.

 

“Hingga kini AS ini sudah menjalani hukuman tiga tahun berjalan. Loh kok masih belum kapok,” kata Kalapas yang terkenal tegas ini.

 

Padahal, tutur dia, pengawasan di dalam Lapas sangat ketat. Sebab, selain melakukan inspeksi mendadak (Sidak), pihaknya juga melakukan pemeriksaan rutin tiap hari.

 

Napi AS yang kedapatan memiliki Narkoba dan membawa HP di Lapas Lowokwaru. 

 

Menurut dia, pemeriksaan tersebut dilakukan setiap usai Apel Pagi, sekitar Pukul 07.45. “Dalam pemeriksaan rutin itu kami melibatkan petugas dari semua bidang,” jelas Farid Junaedi.

 

Para petugas itu memeriksa dari ruang satu ke ruang yang lain. Tujuan utama, kata dia, melihat kondisi para WB. “Apakah ada indikasi yang mencurigakan selain melihat kondisi kesehatan Napi. Itu fokus utamanya,” papar dia.

 

Setelah memeriksa dari ruang ke ruang WB, kata Farid, sekira pukul 09,00 WIBU petugas   mendapati barang-barang haram itu. “Yakni jenis pil, ganja, Ponsel dan Narkoba beserta alat penghisapnya," tutur Farid Junaedi.

 

Meski begitu, Farid tetap berhati-hati dalam menyikapi kasus tersebut. Makanya dia minta agar AS dites urin dulu. “Hasilnya ternyata positif. Ya karena positif, saya koordinasi dengan polisi dari Unit Reskoba Polres Malang Kota,” kata Farid.

 

Lantas, beberapa anggota Reskoba Polres Malang Kota datang ke Lapas Lowokwaru. Pelaku beserta barang bukti diserahkan ke polisi untuk memproses lebih lanjut.

 

"Kami berharap semua itu bisa dikembangkan dsn diurai dari mana barang-barang tersebut didapat. Kita juga berharap polisi bisa menangani sampai tuntas agar tidak sampai menjalar ke rekan-rekan WB yang lain," harap Farid.

 

Selain itu, Farid berharap temuan tersebut bisa dijadikan pelajaran bagi pegawai Lapas. Sehingga, petugas itu lebih jeli, teliti dan cermat serta tidak bermain-main dengan hal yang negatif.

 

"Kami bersama akan terus bekerja secara maksimal meskipun dengan sarana terbatas. Kami berusaha membina dengan baik, narapidana juga harus mau berusaha mengubah perbuatan-perbuatan yang pernah dilakukan sebelumnya," harapnya.

 

Karena itu Farid berharapan, semua elemen masyarakat ikut berkontribusi untuk membantu menyadarkan para narapidana. Sehingga saat kembali ke masyarakat bisa hidup normal dengan baik.

 

(gus/ah)